Mungkin itulah judul yang tepat untuk titel negara ini, mengapa? tanyakan saja pada pejabat yang hanya sibuk mengurusi kantung mereka sendiri sementara rakyatnya makin lama makin merana.
Jadi salahkah saya jika saya disini menyalahkan presiden republik ini? tentu tidak, karena semua kebijakan yang dilakukannya tidak masuk akal dan sepihak terhadap masyarakat. Ditambah lagi dengan dengan DPR yang baru - baru ini ingin membuat gedung baru sebab gedung yang lama sudah miring ( kaya' otak para pejabat kita ) yang biyayanya mencapat 1,6 triliun. HAH!? itu lah yang akan terlontar dari mulut masyarakat kita karena dengan uang itu banyak hal bermanfaat yang dapat dihasilkan daripada membuat bangunan yang lama kelamaan "miring" juga.
Masyarakat mendemo, berteriak, memaki, dan mengutuk presiden tapi apa, presiden pura - pura tidak mau tahu dan menganggap itu hal wajar. Tentu presiden punya hak istimewa untuk menunda bahkan membatalkan proyek anggota DPR tersebut.
Ditambah lagi sekarang indo vs malay yang terulang lagi, presiden kok takut tki-nya dipulangin kembali ke indonesia. Mungkin presiden takut karena uang untuk membuka lapangan kerja perlu biaya banyak, jadi daripada buat lapangan kerja lebih baik di korupsi saja, hehehe....
Maka tepatlah jika negara ini disebut bertuan "kerbau" karena lambat dan tidak memihak masyarakat, pajak saja yang tinggi manfaat tak ada ditambah jika di indonesia ada yang berbakat namun tak beruang ditelantarkan sehingga diambil oleh negara asing untuk dijadikan ilmuwan. (note : no copy original BY megamerge.blogspot.com)